Skip to main content

Jendral H.M. Sarbini Tinggal di Desa Indrosari

 Sejarah HM. Sarbini



Banyak tokoh-tokoh besar dan berjasa dalam perjuangan yang berasal dari Kabupaten Kebumen. Salah satunya Jenderal HM Sarbini. Jenderal HM Sarbini adalah seorang Purnawirawan yang dilahirkan di Kebumen dan banyak mengabdi selama masa perjuangan baik di bidang militer maupun pemerintahan RI.

Dalam masa perjuangan terutama 20 Oktober 1945 M Sarbini yang kala itu berpangkat letkol, memimpin pasukan tentara keamanan rakyat resimen kedu tengah dan menyerang serta mengepung tentara sekutu dan NICA di Desa Jambu Ambarawa yang kemudian dikenal dengan peristiwa Palagan Ambarawa.

Selama masa Pemerintahan Bung Karno Mayjend Sarbini menjabat sebagai menteri pertahanan dalam kabinet Dwikora II tahun 1966 yang kemudian digantikan oleh Letjen Soeharto. Untuk mengenang jasa-jasanya sekaligus sebagai wujud kebanggaan masyarakat Kabupaten Kebumen, saat ini tengah diusulkan pemberian gelar pahlawan nasional untuk jenderal HM Sarbini. Untuk itu Kepala Disnakertransos Kebumen Drs. Eko Widianto mengundang berbagai elemen, salah satunya HR. Soenarto, ketua letjen veteran Kebumen, Kasdim 0709 Kebumen serta dari Pepabri dan DHC 45 dan dinas terkait

Menurut warga desa Indrosari, Jendral Sarbini dulu pernah tinggal di desa Indrosari, Kecamatan Buluspesantren, Kabupaten Kebumen. Sekarang Rumah tua itu ditempati oleh Bpk. Djati Asmoro Krisno. Maka tidak heran kalau ada jalan HM. Sarbini di desa Indrosari ke utara sampai Pasar Hewan Kebumen. Banguna rumahnya berbentuk Joglo.

Untuk mengenang jasanya pemerintah RI mengabadikan namanya untuk nama gedung (Balai Sarbini) di Jakarta, nama jalan dan Taman Kota di Kebumen (Taman HM. Sarbini)

Comments

Unknown said…
letjen sarbini merupakan salah satu pendiri lvri
hidup veteran

Popular posts from this blog

Rumah Makan Asli Kutowinangun Kebumen, menjual Jadah, Wajik, Jenang, Krasikan dan Jajanan Tradisional Khas Kebumen

Warung Asli, merupakan warung makan yang telah berdiri Tahun 1921, berada di Pusat Kecamatan Kutowinangun, Kebumen atau tepatnya di    Jl. Raya Kutowinangun No. 126, Kebumen, Jawa Tengah atau sebelah Barat Pasar Kutowinangun Kebumen (Jalur Selatan Jawa). Warung Makan ini buka 24 Jam Nonstop. Warung Makan Asli ada 2 di Kutowinangun, jarak keduanya tidak terlalu jauh.  Warung makan ini berbeda dari rumah makan yang lain, karena di sini menjual berbagai Makanan Tradisional Kebumen diantaranya Jenang Gula Jawa (Dodol), Wajik, Jadah (Tetel), Kue Cucur, Krasikan, Onde-onde, Lanthing, dll. Menu makan di warung ini juga khas kampung di antaranya Nasi Rames (Campur), Nasi Sop, Nasi Pecel, dll. Harga makanan di sini cukup terjangkau, sehingga tak mengherankan jika selalu ramai setiap hari. Di depan Warung Makan ini juga banyak terdapat orang jualan Sate Ambal (Sate Khas Kebumen). 

Klapasawit, desa di Kecamatan Buluspesantren Kabupaten Kebumen

Klapasawit merupakan salah satu desa yang berada di Kecamatan Buluspesantren, Kabupaten Kebumen. Kantor Balai Desanya berada di Jalan Kedungbener. Desa Klapasawit memiliki 3 Sekolah Dasar yaitu SD Negeri 1 Klapasawit, SD Negeri 2 Klapasawit dan SD Negeri 3 Klapasawit. Klapasawit memiliki Pasar Desa yang cukup besar untuk wilayah Kecamatan Buluspesantren. Pasar Desa Klapasawit sering disebut "PASAR SILUMBU". Sampai saat ini (Tahun 2016), bangunan Pasar Silumbu merupakan bangunan peningggalan Belanda. Pasar ini digunakan untuk kegiatan jual beli warga Klapasawit, Jogopaten, Sangubanyu, Gesikan, Mengkowo, Arjowinangun, Indrosari dan Ampih. Hari pasarannya pada Hari Senin, Kamis, dan Sabtu. Di sini masih terdapat jajanan tradisional yang dijual diantaranya "gethuk lindri, jenang candhil, pecel", dll. Di sebelah selatan Pasar Desa Klapasawit ada Sate Ayam Ambal yang cukup terkenal khususnya bagi warga Klapasawit, Arjowinangun, Buluspesantren, Sangubanyu, Indrosar...

Tugu Lawet, Sang Icon Kota Kebumen

Tugu Lawet, sang icon kota Kebumen Jawa Tengah. Tugu ini sangat mudah kita jumpai jika kalian berkunjung ke Kota Kebumen. Tugu yang memiliki ketinggian 15 meter ini berada di Simpang 4 Pusat Kota Kebumen (Ke Timur Jalan A. Yani, Ke Barat Jalan Pahlawan, Ke Selatan Jalan Pemuda, dan Ke Utara Jalan Kusuma). Tugu Lawet terdapat beberapa Patung Orang dan Burung Lawet. Keberadaan tugu ini berkaitan erat dengan potensi yang dimiliki kabupaten Kebumen yaitu penghasil sarang burung walet (lawet). Sejarah Tugu Lawet (Walet) bermula ketika di wilayah Kebumen, tepatnya di goa-goa karang Pantai Karangbolong dihuni oleh burung lawet (walet). Keberadaan burung lawet tersebut sudah ratusan tahun yang lalu dan Kebumen menunjukkan eksistensinya sebagai salah satu daerah penghasil sarang burung walet (lawet). Pengambaran pada Tugu Lawet berdasarkan cara pemanenan sarang burung walet di goa Karangbolong yang letaknya di tebing terjal berbatasan dengan laut lepas oleh pendudu...